ORTODONSIA
Spesialisasi bidang Kedokteran Gigi yang berkaitan dalam upaya pencegahan dan perawatan memperbaiki letak gigi yakni bidang Ortodonsia (Orthodontia, Bld., Orthodontic, Ingg.) berasal dari bahasa Yunani (Greek) yaitu orthos dan dons yang berarti orthos (baik, betul) dan dons (gigi). Jadi ortodonsia dapat diterjemahkan sebagai ilmu pengetahuan yang bertujuan memperbaiki atau membetulkan letak gigi yang tidak teratur atau tidak rata. Keadaan gigi yang tidak teratur disebabkan oleh malposisi gigi, yaitu kesalahan posisi gigi pada masing-masing rahang. Malposisi gigi akan menyebabkan malrelasi, yaitu kesalahan hubungan antara gigi-gigi pada rahang yang berbeda. Lebih lanjut lagi, keadaan demikian menimbulkan maloklusi, yaitu penyimpangan terhadap oklusi normal. Maloklusi dapat terjadi karena adanya kelainan gigi (dental), tulang rahang (skeletal), kombinasi gigi dan rahang (dentoskeletal) maupun karena kelainan otot-otot pengunyahan (muskuler).
Di Amerika Serikat, Dr. Weinberger membagi sejarah ortodonsia dalam 3 periode:1. Periode awal (antara tahun 1839 – 1880), disebut periode Harris sampai dengan Kingsley.
Pada periode ini perawatan maloklusi dilakukan secara coba-coba dan didasarkan pada pengalaman saja, dan tidak dilakukan menurut suatu sistem tertentu yang didasarkan pada ilmu pengetahuan.
2. Periode kedua (antara tahun 1880 – 1900), disebut periode Kingsley sampai dengan Angle.
Periode ini merupakan periode perkembangan ilmu ortodonsia sebagai suatu pengetahuan. Norman William Kingsley merawat penderita palatoschisis sampai mereka dapat berbicara dengan baik dan memperbaiki kecantikan dengan protesa, memperkenalkan pemakaian biteplane (peninggi gigitan) dan occipital anchorage (penjangkaran oksipital). Pada waktu itu ortodonsia merupakan bagian dari protetik (prostodonsia).
3. Periode akhir (antara tahun 1900 – sekarang), disebut periode Ortodonsia modern.
Dr. Edward H. Angle (1855 – 1930) pada tahun 1900 mendirikan sekolah Post Graduate of Orthodontic yang pertama. Dengan adanya sekolah ini ilmu ortodonsia berkembang dengan pesat. Angle menggolong-golongkan maloklusi menjadi klas-klas yang sampai sekarang disebut sebagai Klasifikasi
12
Angle, yang terdiri dari Klas I (Netroklusi), Klas II (Distoklusi) dan Klas III (Mesioklusi). Tahun 1907 Dr. EH Angle menulis buku Malocclusion of The Teeth. Angle juga memperkenalkan alat Edgewise (Edgewise Appliance). Pada periode ini dipentingkan tindakan pencegahan (Preventive Orthodontics). Pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan sudah menjadi dasar yang kuat dari ortodonsia.
PERAWATAN ORTODONTIK.
• Menurut waktu dan tingkatan maloklusinya, perawatan ortodontik dibagi menjadi :
1. Ortodontik pencegahan (Preventive Orthodontics), yaitu segala tindakan yang menghindarkan segala pengaruh yang dapat merubah jalannya perkembangan yang normal agar tidak terjadi malposisi gigi dan hubungan rahang yang abnormal.
2. Ortodontik interseptif (Interceptive orthodontics).
Ortodontik interseptif merupakan tindakan atau perawatan ortodontik pada maloklusi yang mulai tampak dan sedang berkembang. Disini maloklusi sudah terjadi sehingga perlu diambil tindakan perawatan guna mencegah maloklusi yang ada tidak berkembang menjadi lebih parah.
3. Ortodontik korektif atau kuratif (Corrective atau curative orthodontics).
Ortodontik korektif merupakan tindakan perawatan pada maloklusi yang sudah nyata terjadi. Gigi-gigi yang malposisi digeser ke posisi normal, dengan kekuatan mekanis yang dihasilkan oleh alat ortodontik. Gigi dapat bergeser karena sifat adaptive response jaringan periodontal. Ortodontik kuratif atau korektif ini dilakukan pada periode gigi permanen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar